Mari Lestarikan Kesenian Kita

Yukk!! lestarikan kesenian yang kita banggakan, agar dunia tahu bahwa kita mempunyai banyak budaya.

Katakan Tidak!!!

Katakan Tidak!! pada Rokok, Minuman Beralkohol, Narkoba!! jika kalian masih CINTA dengan Diri Kalian, Keluarga maupun Bangsa.

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup

Maka Jangan lupa membaca Al-Quran berserta Artinya. Al Quran bukan hanya sekedar bacaan namun juga sebagai petunjuk hidup di dunia.

Belajarlah Dari Kesalahan

Siapapun yang Tidak Pernah Berbuat Kesalahan, Maka Tidak Pernah Menemukan Sesuatu Yang Baru.

Gunakan Sosial Media Dengan Bijak

Gunakanlah sosmed mu dengan bijak dan bertanggung jawab!

Minggu, 02 Oktober 2016

Pemuda Progresif Benteng NKRI dari Ideologi Anti Pancasila

Untuk menjadikan generasi Indonesia yang paham akan ideologi bangsa, Majelis Pemuda Islam Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Syariah & Hukum menyelenggarakan Seminar Kebangsaan bertema “Pemuda Progresif Benteng NKRI dari Ideologi Anti Pancasila” di Teatrikal Fakultas Syariah & Hukum, Kamis(29/9).
Kegiatan ini dihadiri baik dari mahasiswa UIN Sunan Kalijaga maupun luar kampus UIN dengan narasumber Irjen Pol (Purn) Drs. Srijono, M.Si dari Lemhanas Republik Indonesia, Mohamad Ali Sodikin yang merupakan penulis buku Manifesto Bahari, serta Dr. Sri Wahyuni, M.Hum Dosen Fakultas Syariah & Hukum UIN Sunan Kalijaga.
Dalam sambutannya Dekan Fakultas Syariah & Hukum Agus Muhamad Najib S.Ag. M.Ag menuturkan, peran pemuda sangatlah penting. NKRI adalah harga mati demi kemaslahatan seluruh umat. Dengan adanya NKRI maka terdapat Pancasila sebagai dasar negara.
Selanjutnya Irjen Pol (Purn) Drs. Srijono, M.Si menyampaikan, negeri ini mempunyai landasan yang kokoh yaitu Pancasila. Namun saat ini radikalisme banyak terjadi. Tindakan radikal adalah karena merasa diri sendiri yang paling benar dan orang lain salah, sayangnya kelompok radikal tersebut seringkali mengatasnamakan kelompok agama Islam.
Srijono menambahkan, beberapa faktor yang mendorong radikalisasi adalah kemiskinan, pengetahuan agama yang kurang, serta tidak mempunyai pendirian. “Saat ini radikalisasi tetap terus berkembang, kita harus melakukan gerakan agar tidak dikalahkan oleh golongan radikal”, tutur Srijono.
Selain itu, Mohammad Ali Sodikin mengatakan, pembaharuan di negeri ini sangatlah penting akan tetapi pembaharuan tidak terlepas dari pembaharian. Mereka harus berjalan beriringan.
Kemudian Dr. Sri Wahyuni, M.Hum menuturkan, pancasila sebagai ideologi pada ranah hukum sebagai sumber dari segala sumber hukum. Lalu peran kita sebagai masyarakat tentunya haruslah berwawasan dengan ideologi Pancasila, serta berislam rahmatan lil ‘alamin bukan radikal, yang terakhir harus komitmen keindonesiaan (NKRI) serta civil society yang memberdayakan masyarakat.(Am,Mul-ch/humas)



Sumber: 

Hidup Adalah Pilihan

Kita berhak untuk bebas memilih apa saja yang kita inginkan. Akan teteapi kita tidak bebas didalam pilihan itu. Kata kata itu masih selalu aku ingat ketika aku pertama masuk di tempat aku menimba ilmu, tempat aku untuk berlajar untuk hidup, tempat dimana aku akan menjadi apa di kemudian hari. Aku akan memegang kata kata itu. Karena kata kata itu sangat berarti bagi ku untuk menemukan apa itu arti sebuah KESETIAAN.
Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan berpasang pasang. Dan Allah menjadikan pasangan itu untuk menjadi penenang hati dan pikiran....  To Be Continued